Jumat, 10 Agustus 2012

TULISAN CINTA UNTUK MUSLIMAH


إِنَّ الْحَمْدَ ِللهِ ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ ، وَنَعُوذُبِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّأَتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَّهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ ، وَمَن يُضْلِلْ فَلاَهَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَّإِلَهَ ِإلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
يَاأَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَ نْتُمْ مُسْلِمُونَ ال عمران :102
يَاأَ يُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَاْلأَ رْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا النساء :1
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا . يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا الاحزاب : 70-71
أَمَّابَعْدُ: فَإِنَّ خَيْرَالْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ، وَشَرَّاْلأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَ لَةٌ، وَكُلَّ ضَلاَ لَةٍ فِىالنَّارِ
Wahai Ukhti Muslimah…Wahai wanita yang mengalir keimanan di dalam hatinya…Wahai wanita yang mencintai Allah dan Rasul-Nya…
Engkau yang telah ruku’ dan sujud, mengharap dan berdo’a kepada Allah yang Maha Suci lagi Maha Agung.
Engkau adalah seorang yang mempunyai peran besar dalam kehidupan laki-laki, baik sebagai ibu, istri, saudara perempuan maupun anak.
Wahai permata yang terjaga…Berlapanglah dengan sebuah pertanyaan ini…Tidakkah kalian menginginkan untuk menjadi wanita yang terpilih oleh Allah karena kebaikan…?! Tidakkah kalian ingin mendapatkan keutamaan yang Allah berikan…?!
إِنَّ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْقَانِتِينَ وَالْقَانِتَاتِ وَالصَّادِقِينَ وَالصَّادِقَاتِ وَالصَّابِرِينَ وَالصَّابِرَاتِ وَالْخَاشِعِينَ وَالْخَاشِعَاتِ وَالْمُتَصَدِّقِينَ وَالْمُتَصَدِّقَاتِ وَالصَّائِمِينَ وَالصَّائِمَاتِ وَالْحَافِظِينَ فُرُوجَهُمْ وَالْحَافِظَاتِ وَالذَّاكِرِينَ اللهَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتِ أَعَدَّ اللهُ لَهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا
“Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mu’min, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam keta`atannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu`, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.” (Al-Ahzab: 35)
Oleh karena itu saya berpesan kepada kalian sebagaimana yang Allah Ta’ala perintahkan:
وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ
“Orang mukmin yang laki-laki dan orang mukmin yang perempuan sebagian mereka (adalah) penolong bagi sebagian (yang lain) mereka menyuruh pada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar.” (At-Taubah: 71)
Dan Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:
إِسْتَوْ صُوْا بِالنِّسَآءِ خَيْرًا
“Nasihatilah wanita dengan kebaikan.” (Muttafaqun ‘alaihi)[1]
Sungguh Allah Ta’ala senantiasa melihat dan mendengarmu…Sungguh Allah Ta’ala pasti mengawasi dan memperhatikanmu…
Maka hendaklah engkau takut kepada Allah Ta’ala, hindarilah jalanan dan tempat terbuka, karena sungguh jika engkau berada dalam tempat yang terbuka sedang kaum laki-laki melihatmu, haruslah engkau merasa takut dan khawatir terfitnah dan menjadi penyebab fitnah.[2]
Tidakkah engkau perhatikan perkataan sang teladan, Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam:
مَاتَرَكْتُ بَعْدِي فِتْنَةً هِيَ أَضَرُّ عَلَى الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ
“Tidaklah aku tinggalkan fitnah setelahku yang lebih berbahaya atas laki-laki melebihi fitnahnya wanita.” (HR. Al-Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Ibnu Majah dan An-Nasa’i)[3]
Sungguh berbahaya wahai Saudariku Muslimah jika engkau berada di tempat terbuka, karena perbuatan itu dapat menjadi perantara bagimu dan lawan jenismu untuk mendustakan perintah Allah yang Maha Suci lagi Maha Agung yang berfirman:
قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ
“Katakanlah kepada laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.” (An-Nur: 30)
وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ
“Katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya…,”
Tidak hanya sampai di situ, bagi wanita, Allah Ta’ala melanjutkan firman-Nya:
وَلاَ يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ
“Dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya…” (An-Nur: 31)
Tidakkah engkau lihat wahai Ukhti Muslimah, sesungguhnya wanita itu adalah aurat yang bisa menjadi alat dan perantara setan untuk menjerumuskan kebanyakan kaum laki-laki.
المَرْأَةُ عَوْرَةٌ إِذَا خَرَجَتِ اسْتَشْرَ فَهَا الشَّيْطَانُ
“Wanita itu adalah aurat. Bila ia keluar, setan akan menghiasinya (untuk menggoda laki-laki)[4].” (HR. At-Tirmidzi)[5]
Tidakkah engkau perhatikan wahai Saudariku Mukminah, sabda Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam di atas merupakan peringatan bagi kita terhadap fitnahnya wanita…
Tidakkah engkau meninggalkan semua sebab dan wasilah yang membangkitkan gejolak syahwat, seperti ikhtilath (bercampur) dengan yang berlainan jenis, memandang ke tempat-tempat fitnah yang ada pada tubuh lawan jenis yang bukan mahram, dan perbuatan lain semisalnya…!
Demi untuk menghindari ikhtilat, Nabi shallallahu’alaihi wa sallam telah memperingatkan kaum wanita agar tidak berjalan di tengah jalan, sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Al-Imam Al-Bukhari di dalam Al-Kuna dan Al-Imam Abu Dawud dalam Sunan-nya, dari Hamzah bin Abi Usaid Al-Anshari, dari bapaknya radhiyallahu’anhu:
أَنَّهُ سَمِعَ رَسُوْلَ اللهِ يَقُولُ وَهُوَ خَارِجٌ مَنَ الْمَسْجِدِ فَاخْتَلَطَ الرِّجَالُ مَعَ النِّسَاءِ فِي الطَّرِيقِ فَقَالَ رَسُولُ اللهِ لِلنِّسَءِ اسْتَأْ خِرْنَ فَإِنَّهُ لَيْسَ لَكُنَّ أَنْ تَحْقُثْنَ الطَّرِيقَ عَلَيْكُنَّ بِحَافَّاتِ الطَّرِيقِ فَكَانَتِ الْمَرْأَةُ تَلْتَصِقُ بِالْجِدَارِ حَتَّى إِنَّ ثَوْ بَهَا لَيَتَعَلَّقُ بِالْجِدَارِ مِنْ لأُصُو قِهَا بِهِ
“Bahwa dia mendengar Nabi shallallahu’alaihi wa sallam bersabda di saat beliau keluar dari masjid, sedangkan orang-orang laki-laki ikhthilath (bercampur-baur) dengan para wanita di jalan, maka Nabi shallallahu’alaihi wa sallam bersabda kepada para wanita: “Minggirlah kamu, karena sesungguhnya kamu tidak berhak berjalan di tengah jalan, kamu wajib berjalan dipinggir jalan.” Maka para wanita merapat di tembok/dinding sampai bajunya terkait di tembok/dinding karena rapatnya.” (HR. Al-Bukhari dan Abu Daud)
Dan bukankah kita tidak ingin disimpangkan oleh Allah Ta’ala sebagai orang yang memiliki mata yang khianat dan hati yang berpenyakit..!
فَلَمَّا زَاغُوا أَزَاغَ اللهُ قُلُوبَهُمْ
“Maka ketika mereka menyimpang, maka Allah pun menyimpangkan hati mereka.” (Ash-Shaff: 5)
يَعْلَمُ خَائِنَةَ اْلأَعْيُنِ وَمَا تُخْفِي الصُّدُورُ
“Dia (Allah) mengetahui pandangan mata yang khianat dan apa yang disempbunyikan di dalam dada.” (Al-Mukmin: 19)
Padahal Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:
فَالْعَيْنَانِ زِنَاهُمَا النَّظَرُ وَالأُذُ نَانِ زِنَاهُمَا الاسْتِمَاعُ وَاللِّسَانُ زِنَاهُ الْكَلامُ وَالْيَدُ زِنَاهَا الْبَطْشُ وَالرِّجْلُ زِنَاهَاالْخطَا
“Kedua mata zinanya adalah memandang, kedua telinga zinanya adalah mendengarkan, lidah zinanya adalah berbicara, tangan zinanya adalah memegang, dan kaki zinanya adalah melangkah.” (Mutafaq ‘alaih)[6]
Tidakkah engkau ingin mendengar kesungguhan dan keikhlasan wanita muslimah yang istiqamah melaksanakan perintah Allah dan Rasul-Nya yang ia cintai, yaitu ketika Ummu Humaid istri Abu Humaid As-Sa’idi radhiyallahu’anhuma mendatangi Nabi shallallahu’alaihi wa sallam dan berkata: ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku suka shalat bersamamu.” Beliau shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:
قَدْعَلِمْتُ أَنَّكِ تُحِبِّينَ الصَّلاَةَ مَعِي وَصَلاَتُكِ فِي بَيْتِكِ خَيْرٌ لَكِ مِنْ صَلاَتِكِ فِي حُجْرَتِكِ وَ صَلاَتُكِ فِي حُجْرَتِكِ خَيْرٌ مِنْ صَلاَتِكِ فِي دَارِكِ وَصَلاَتُكِ فِي دَارِكِ خَيْرٌ لَكِ مِنْ صَلاَتِكِ فِي مَسْجِدِ قَوْمِكِ وَصَلاَتُكِ فِي مَسْجِدِ قَوْمِكِ خَيْرٌلَكِ مِنْ صَلاَتِكِ فِي مَسْجِدِي قَالَ فَأَمَرَتْ فَبُنِي َلَهَا مَسْجِدٌ فِي أَقْصَى شَيْءٍ مِنْ بَيْتِهَا وَأَظْلَمِهِ فَكَانَتْ تُصَلِّي فِيهِ حَتَّى لَقِيَتِ اللهَ عَزَّوَجَلَّ
“Aku tahu bahwa engkau suka shalat bersamaku, tetapi shalatmu di dalam rumahmu (yang paling dalam) lebih baik daripada shalatmu di dalam kamarmu. Dan shalatmu di dalam kamarmu, lebih baik daripada shalatmu di dalam rumahmu (yang tengah), dan shalatmu di dalam rumahmu (yang tengah), lebih baik daripada shalatmu di masjid kaum-mu. Dan shalatmu di masjid kaum-mu, lebih baik daripada shalatmu di masjidku.” Perawi berkata: “Maka Ummu Humaid memerintahkan (membangun tempat shalat-pen), lalu dibangunlah masjid (yakni tempat untuk shalat) untuknya di ujung rumah di antara rumah-rumahnya, dan yang paling gelap, demi Allah, dia biasa shalat di sana sampai meninggal.” (HR. Ibnu Khuzaimah, Ahmad dan Ibnu Abdil Barr)[7]
Tidaklah Ummu Humaid radhiyallahu’anha melakukannya melainkan karena mengharapkan kecintaan Allah Ta’ala kepadanya, sebagaimana hal ini telah disabdakan Nabi shallallahu’alaihi wa sallam:
إِنَّ أَحَبَّ صَلاَةِ الْمَرْأَةِ إِلَي اللهِ فِي أَشَدِ مَكَانٍ مِنْ بَيْتِهَا ظُلْمَةً
“Sesungguhnya shalat wanita yang paling dicintai oleh Allah adalah (yang dilakukan) ditempat paling gelap di dalam rumahnya”. (HR. Ibnu Khuzaimah)[8]
Wahai Ukhti Muslimah perhatikan hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu ini, dimana beliau mendengar Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:
خَيْرُ صُفُوفِ الرِّجَالِ أَوَّلُهَاوَشَرُّهَا آخِرُهَا، وَخَيْرُ صُفُوفِ النِّسَاءِ آخِرُهَاوَشَرُّهاَ أَوَّلُهَا
“Sebaik-baik shaf pria adalah shaf yang pertama dan sejelek-jelek shaf pria adalah yang paling akhir. Sebaik-baik shaf wanita adalah yang paling akhir dan sejelek-jeleknya yang paling depan.” (HR. Muslim,An-Nasa’i, Abu Daud dan At-Tirmidzi)[9]
Wahai Ukhti Mukminah tidakkah engkau lihat.., perkara di atas berada dalam tempat shalat, bagaimana jika hal ini terjadi di jalanan, di kampus, di pasar, atau pun tempat umum lainnya…?!
Al-Imam Bukhari rahimahullah meriwayatkan ucapan Aisyah radhiyallahu’anha:
لَوْأَدْرَكَ رَسُولُ اللهِ مَاأَحْدَثَ النِّسَاءُ لَمَنَعَهُنَّ كَمَا مُنِعَتْ نِسَاءُ بَنِي إِسْرَائِيلَ
“Seandainya Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam sempat menemui apa yang diada-adakan oleh para wanita (saat ini) niscaya beliau akan melarang mereka sebagaimana dilarangnya wanita-wanita Bani Israil.” (HR. Bukhari dan Muslim)[10]
Dalam riwayat Al-Imam Muslim rahimahullah disebutkan:
“Salah seorang rawi bertanya kepada Amrah binti Abdirrahman (murid Aisyah yang meriwayatkan hadits ini darinya): “Apakah para wanita Bani Israil dilarang ke Masjid?” Amrah menjawab: “Ya, Adapun hal-hal baru yang diada-adakan oleh wanita Bani Israil, diantaranya memakai wangi-wangian, berhias, tabarruj, ikhtilath dan kerusakan-kerusakan lainnya.”
Oleh karena itu wahai Ukhti Muslimah, bersungguh-sungguhlah untuk menghindari tempat terbuka, carilah tempat yang aman dan lebih utama, karena yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka. Hal ini telah dicontohkan kepada kalian oleh istri-istri Nabi shallallahu’alaihi wa sallam dan istri-istri para sahabat yang mulia, sebagaimana dalam firman Allah Ta’ala:
وَإِذَا سَأَلْتُمُوهُنَّ مَتَاعًافَاسْأَلُوهُنَّ مِن وَرَآءِ حِجَابٍ ذَلِكُمْ أَطْهَرُ لِقُلُو بِكُمْ وَقُلُوبِهِنَّ
“Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka, maka mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka.” (Al-Ahzab: 53)
Meskipun ayat yang mulia ini berkenaan dengan isteri-isteri Nabi shallallahu’alaihi wa sallam, namun ayat ini memberi pelajaran secara umum, baik bagi istri-istri Nabi shallallahu’alaihi wa sallam maupun wanita-wanita lain, berdasarkan pendapat paling shahih diantara pendapat para ulama. Ayat ini dengan tegas menunjukkan diwajibkannya wanita berhijab dari pandangan laki-laki, untuk itu bagaimana pula kiranya jika kaum wanita berada di tempat terbuka yang tidak memiliki tabir/hijab pembatas?!
Perhatikanlah wahai Saudariku Mukminah, bahwa wajah adalah pusat perpaduan kecantikan wanita, maka bertaqwalah kepada Allah.
Dari Aisyah binti Abu Bakar radhiyallahu’anhuma, bahwa ia berkata:
“Adalah para pengendara melewati kami sedangkan kami bersama Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam, sedang berihram. Maka jika mereka lewat di samping kami, maka salah satu di antara kami melabuhkan jilbabnya dari kepalanya agar menutupi wajahnya. Dan tatkala mereka telah berlalu, kami pun membukanya kembali.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, Ibnul Jarud dan Al-Baihaqi)[11]
Dari Asma’ binti Abu Bakar radhiyallahu’anhuma, bahwa ia berkata:
كُنَّا نُغَطِّي وُجُوْهَنَا مِنَ الرِّجَالِ
“Kami (para sahabat wanita) menutupi wajah-wajah kami dari kaum laki-laki.” (HR. Al-Hakim dan Malik)[12]
Dari Ashim Al-Ahwal rahimahullah, bahwa ia berkata:
“Kami mengunjungi (untuk belajar) kepada Hafshah binti Sirin rahimahallah sedangkan ia menjadikan jilbabnya untuk bercadar, lalu aku katakan kepadanya: ‘Semoga Allah merahmatimu! Allah Ta’ala telah berfirman: “Dan perempuan-perempuan tua yang telah terhenti (dari haid dan mengandung) yang tiada ingin kawin (lagi), tiadalah atas mereka dosa menanggalkan pakaian mereka dengan tidak (bermaksud) menampakkan perhiasan….” Ashim berkata: ‘Lalu ia (Hafshah binti Sirin) mengatakan kepada kami: “Apa lanjutan ayat tersebut?” Kami menjawab: “…dan berlaku iffah (menjaga kesucian diri) itu lebih baik bagi mereka.” (An-Nuur: 60).
Ia (Hafshah binti Sirin) kemudian berkata: “Lanjutan ayat itu adalah penetapan syari’at hijab (bagi wanita tua seperti aku)”. (Dikeluarkan oleh Al-Baihaqi)[13]
Alhamdulillah, semoga nasihat ini dapat menjadi kebaikan untuk kalian wahai Saudariku Muslimah…
وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلاَ مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَنْ يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ وَمَنْ يَعْصِ اللهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَلاً مُّبِينًا
“Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mu’min dan tidak (pula) bagi perempuan yang mu’min, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, (dengan) sesat yang nyata.” (Al-Ahzab: 36)
Shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad, keluarga, sahabat dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan ihsan.
وَعَيْنُ الرِّضَا عَنْ كُلِّ عَيْبٍ كَلِيْلَةٌ
كَمَا أَنَّ عَيْنَ السُّخْطِ تُبْدِي الْمَسَاوِيَا
Mata yang penuh ridha akan terpejam dari segala aib yang ia lihat
Sedangkan mata yang penuh kebencian yang ia lihat hanyalah keburukan.
نَظَرُوْا بِعَيْنِ عَدَاوَةٍ لَوْ أَنَّهَا
عَيْنُ الرِّضَا لاَسْتَحْسَنُوْا مَااسْتَقْبَحُوْا
Mereka melihat dengan mata permusuhan, Kalau saja mereka melihat dengan mata keridhoan, tentu mereka akan menganggap baik apa yang tadinya mereka anggap buruk.
كُلُّ الْحَوَادِثِ مَبْدَأُهَا مِنَ النَّظَرِ
وَمُعْظَمُ النَّارِ مِنْ مُسْتَصْغَرِ الشَّرَرِ
Segala malapetaka yang terjadi, berhulu dari sebuah pandangan mata,
Seluruh azab di Neraka, berawal dari urusan kecil yang tidak terduga.
اَللَّهُمَّ اغْفِرلِي ذَ نْبِي كُلَّهُ دِقَّهُ وَجُلَّهُ وَأَوَّلَهُ وَآخِرَهُ وَعَلاَ نِيَتَهُ وَسِرَّهُ
“Ya Allah, ampunilah semua dosaku, dosa yang kecil dan yang besar, yang pertama maupun yang terakhir dan yang nampak maupun yang samar.” (HR. Muslim)[14]
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Kumpulan Kata Bijak , kata mutiara , kata motivasi , tausiyah dan nasehat islami , kalimat indah , Dr. Aidh Al Qorni, dalam bukunya “La Tahzan” (Jangan Bersedih)


Rencana tanpa tindakan adalah sia-sia.
Salah satu hal yang harus segera dirubah adalah, menunda.
Jangan sampai karena terlena oleh waktu,
pekerjaan kita tunda, tiba-tiba ajal menjemput.
Yang mampu dilakukan hari ini, lakukanlah…!
Dr. ‘Aidh Al-Qarni
———————-
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Jika engkau meminta, maka mintalah kepada Allah. Dan jika engkau memohon (pertolongan) maka mohonlah kepada Allah.”
(HR. At-tirmidzi, Abu Daud, Ath-Thabrani, dll.)
———————-
Jika tidak produktif, kemana berlalunya waktumu?
Hidup di dunia sangatlah singkat, jika hanya dihabiskan dengan melamun,
duduk santai, tidur, bermain, dan sebagainya.
Jadikan harimu lebih bermakna…
———————-
2 hal yang sering diabaikan manusia:
- Waktu luang
- Kesehatan
Manfaatkan keduanya selagi ada…!
———————-
Allah SWT berfirman :
“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah : 155)
———————-
Tidak ada ketakutan bagi seorang Muslim,
jiwanya dalam genggaman Allah,
rizkinya adalah jaminan Allah.
Dia-lah yang menghidupkan dan mematikan,
Dia yang memberi kekayaan dan meniadakannya,
Dan di tangan-Nya lah kendali segala urusan.
Dr. ‘Aidh Al-Qarni
———————-
Tidak salah mengeluarkan pendapat, jika baik dan untuk mashlahat.
Jangan sampai pendapat yang Anda sembunyikan justru adalah solusi terbaik.
Cuma ingat, sampaikan secara hikmah.
Dr. ‘Aidh Al-Qarni
———————-
Salah satu pintu terbesar terkabulnya doa adalah, doa orangtua.
Jangan segan-segan meminta kepadanya…!
Dr. ‘Aidh Al-Qarni
———————-
Wajah rupawan, tubuh bugar, kulit nan indah, fisik sempurna,
semua akan hancur perlahan. Yang hidup pasti mati…!
Lalu, apa yang kita persiapkan untuk pulang ke negeri akhirat…?
Dr. ‘Aidh Al-Qarni
———————-
Betapa indahnya, seorang Mukmin yang memulai harinya dengan mengingat Allah dan bersyukur kepada-Nya.
Dr. ‘Aidh Al-Qarni
———————-
Tahta, jabatan, pangkat, dan sebagainya.
Sangat berpotensi menimbulkan kesombongan.
Senantiasalah mohon perlindungan dari Allah atas sifat yang satu ini,
jangan sampai sifat iblis melekat dalam diri kita.
Dr. ‘Aidh Al-Qarni
———————-
Ketika niat berpaling dari Allah,
gerakan terasa hampa,
kekecewaan makin dekat.
Ikhlaskan niat setiap saat…!
———————-
Mohonlah perlindungan kepada Allah dari segala keburukan,
agar hidup dipenuhi keberkahan yang mengindahkan hati.
D. ‘Aidh Al-Qarni
———————-
Loyalitas, totalitas, integritas, dan ikhlas,
adalah pondasi keberhasilan sebuah komunitas.
Dr. ‘Aidh Al-Qarni
———————-
Awali hari dengan syukur, karena Allah SWT masih memberikan kehidupan.
Masih ada kesempatan bertobat, masih ada kesempatan beramal sholeh, sedekah, dsb.
Berkahilah hari ini Wahai Tuhan Yang Maha Pengasih…
———————-
Bohong adalah pangkal segala dosa,
darinya bisa menjalar pada kebohongan lain,
begitulah seterusnya.
Na’uudzu billah min dzaalik…
Dr. ‘Aidh Al-Qarni
———————-
Ketika matahari kembali terbit, malam pun hilang.
Isyarat, bahwa kesulitan tidak selamanya menyelimuti dunia.
Karena kemudahan pasti akan datang.
Dr. ‘Aidh Al-Qarni
———————-
Allah berfirman : “Sesungguhnya orang-orang Mukmin adalah bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat.” (Al-Hujuraat: 10).
———————-
Waspadalah terhadap segala kenikmatan yang Allah berikan, sementara Anda tenggelam dalam kemaksiatan.
———————-
Banyak kita temui seseorang yang bagus ibadahnya, namun sering terdapat kejanggalan dalam pergaulannya.
Padahal antara hablu minallah dan hablu minannas harus berjalan selaras.
———————-
Pemuda-pemudi Islam lebih hafal nama-nama artis, lagu dan film terbaru.
Apakah demikian hafalannya terhadap ayat-ayat Al-Qur’an?
———————-
Sedih, murka, bosan, merenungi diri yang tak kunjung berubah.
Gemar maksiat, lalai dan marah.
Ketika dekat dengan seorang alim, hati tergugah.
Ketika berpisah, hati kembali goyah.
Bagaimana solusinya wahai jiwa yang merindukan kebaikan…??
———————-
Hal pertama yang harus dilakukan untuk keluar dari perbudakan syahwat,
adalah dengan menjauhi pemancing syahwat tersebut.
Berjuanglah…!

Untuk remaja

1. remaja, masa dimana bermekaran semua | tidak hanya cita ataupun rasa, tapi juga mulai dihampiri cinta
2. awalnya dekat itu biasa, namun kala remaja berubah jadi getar asmara | segala terasa indah, setiap hari jadi berwarna
3. salahkah cinta sebabkan rasa pada manusia? | tidak pernah sayang, tidak pernah Allah karuniakan selaksa cinta untuk menyiksa
4. Allah turunkan cinta bagi manusia sebagai tanda | bahwa kita bisa berkeluarga, mampu lanjutkan keturunan dalam satu bahtera asa
5. maka tak ada yang salah dengan cinta | masalahnya adalah bagaimana kita menyalurkan cinta dlm bentuk pergaulan, khususnya remaja
6. Islam mengatur agar tak salah jalan | arahkan manusia yg telah memiliki cinta untuk dikukuhkan dalam ikatan pernikahan
7. pernikahan membuat segala bentuk cinta menjadi halal berpahala dan penuh kenikmatan | sebagai hadiah Allah buat insan
8. namun sebelum pernikahan, semua bentuk cinta dihijab larangan | karena Allah tau yg terbaik bagi manusia yg Dia ciptakan
9. lalu bagaimana dengan remaja? | apakah yg harus dilakukan dengan cinta yang belum seharusnya? karena terhalang sekolah dan cita-cita?
10. bagi mereka Islam perintahkan berpuasa | jauhkan diri dari rangsangan fisik semacam memandang, mendekat atau berkhalwat ria
11. Rasul lisankan, “berdua-duaan dengan wanita tanpa disertai oleh mahram si wanita, yg ketiganya adalah setan” (HR Bukhari dan Muslim)
12. dari sini kita dapatkan hukum berpacaran | bahwa ia adalah interaksi yg dilarang dalam Islam secara mutlak
13. tapi anak muda memang selalu biasa cari alasan | lupa bawa pembenaran itu beda tipis dengan kebenaran
14. pacaran itu penambah semangat belajar | “oh, teori, yg terjadi kebanyakan sebaliknya kawan, lagipula bukankah harusnya lillahi ta’ala?”
15. pacaran itu sebuah nada cinta, bukankah Allah Maha Cinta? | “betul, makanya Allah perintahkan nikah, bukan pacaran”
16. pacaran itu penjajakan pra-nikah | “itulah lelaki yg miskin tanggung jawab, ‘penjajakan’ dahulu, bukan komitmen akad nikah dahulu”
17. pacaran supaya tak beli kucing dalam karung | “banyak yg pacaran lama nikah sejenak saja, dan saya tak pacaran alhamdulillah langgeng”
18. pacaran itu bikin hidup lebih hidup | “iyakah? bukankah dominasi penggalau karena berpacaran?”
19. pacaran itu bukan apa-apa kok, kita have some fun aja | “nah akhirnya, inilah perkataan paling jujur tentang pacaran”
20. saya pacaran untuk ajarkan Islam pada pacar | “Islamnya belum tentu sampai, maksiatnya sudah pasti, niat baik harus dikawani cara baik”
21. saya nggak lakukan apapun, tak pegangan tangan, tiada interaksi fisik | “sekalian sempurnakan tak usah pacaran lebih ok”
22. kaum lelaki, coba pikirkan, bila anda benar sayang padanya, tentu tak ingin kulitnya disentuh api neraka dengan maksiat pacaran bukan?
23. kaum lelaki, coba pikirkan, andaikan anda benar sayang padanya, tentu tak akan korbankan masa depannya dengan maksiat pacaran bukan?
24. kaum wanita, coba pikirkan, andaikan telah berani maksiat bahkan sebelum menikah, apa yang menjamin taatnya setelah menikah?
25. kaum wanita, coba pikirkan, tidak inginkah anda menjadi yang pertama bagi suami nantinya? pertama disentuh tangannya, hatinya?
26. bagi remaja, cukuplah interaksi lelaki-wanita saat syariat bolehkan, tegur sapa secukupnya, tiada lebih daripada itu
27. bagi remaja, jadi bila memang cintamu karena Allah, maka engkau sanggup bertemu karena Allah, pula sanggup berpisah karena-Nya
28. bagi remaja, bila engkau belum sanggup menikah, maka cinta harus ditangguh | pacaran? udah putusin aja…


1. remaja, masa dimana bermekaran semua | tidak hanya cita ataupun rasa, tapi juga mulai dihampiri cinta
2. awalnya dekat itu biasa, namun kala remaja berubah jadi getar asmara | segala terasa indah, setiap hari jadi berwarna
3. salahkah cinta sebabkan rasa pada manusia? | tidak pernah sayang, tidak pernah Allah karuniakan selaksa cinta untuk menyiksa
4. Allah turunkan cinta bagi manusia sebagai tanda | bahwa kita bisa berkeluarga, mampu lanjutkan keturunan dalam satu bahtera asa
5. maka tak ada yang salah dengan cinta | masalahnya adalah bagaimana kita menyalurkan cinta dlm bentuk pergaulan, khususnya remaja
6. Islam mengatur agar tak salah jalan | arahkan manusia yg telah memiliki cinta untuk dikukuhkan dalam ikatan pernikahan
7. pernikahan membuat segala bentuk cinta menjadi halal berpahala dan penuh kenikmatan | sebagai hadiah Allah buat insan
8. namun sebelum pernikahan, semua bentuk cinta dihijab larangan | karena Allah tau yg terbaik bagi manusia yg Dia ciptakan
9. lalu bagaimana dengan remaja? | apakah yg harus dilakukan dengan cinta yang belum seharusnya? karena terhalang sekolah dan cita-cita?
10. bagi mereka Islam perintahkan berpuasa | jauhkan diri dari rangsangan fisik semacam memandang, mendekat atau berkhalwat ria
11. Rasul lisankan, “berdua-duaan dengan wanita tanpa disertai oleh mahram si wanita, yg ketiganya adalah setan” (HR Bukhari dan Muslim)
12. dari sini kita dapatkan hukum berpacaran | bahwa ia adalah interaksi yg dilarang dalam Islam secara mutlak
13. tapi anak muda memang selalu biasa cari alasan | lupa bawa pembenaran itu beda tipis dengan kebenaran
14. pacaran itu penambah semangat belajar | “oh, teori, yg terjadi kebanyakan sebaliknya kawan, lagipula bukankah harusnya lillahi ta’ala?”
15. pacaran itu sebuah nada cinta, bukankah Allah Maha Cinta? | “betul, makanya Allah perintahkan nikah, bukan pacaran”
16. pacaran itu penjajakan pra-nikah | “itulah lelaki yg miskin tanggung jawab, ‘penjajakan’ dahulu, bukan komitmen akad nikah dahulu”
17. pacaran supaya tak beli kucing dalam karung | “banyak yg pacaran lama nikah sejenak saja, dan saya tak pacaran alhamdulillah langgeng”
18. pacaran itu bikin hidup lebih hidup | “iyakah? bukankah dominasi penggalau karena berpacaran?”
19. pacaran itu bukan apa-apa kok, kita have some fun aja | “nah akhirnya, inilah perkataan paling jujur tentang pacaran”
20. saya pacaran untuk ajarkan Islam pada pacar | “Islamnya belum tentu sampai, maksiatnya sudah pasti, niat baik harus dikawani cara baik”
21. saya nggak lakukan apapun, tak pegangan tangan, tiada interaksi fisik | “sekalian sempurnakan tak usah pacaran lebih ok”
22. kaum lelaki, coba pikirkan, bila anda benar sayang padanya, tentu tak ingin kulitnya disentuh api neraka dengan maksiat pacaran bukan?
23. kaum lelaki, coba pikirkan, andaikan anda benar sayang padanya, tentu tak akan korbankan masa depannya dengan maksiat pacaran bukan?
24. kaum wanita, coba pikirkan, andaikan telah berani maksiat bahkan sebelum menikah, apa yang menjamin taatnya setelah menikah?
25. kaum wanita, coba pikirkan, tidak inginkah anda menjadi yang pertama bagi suami nantinya? pertama disentuh tangannya, hatinya?
26. bagi remaja, cukuplah interaksi lelaki-wanita saat syariat bolehkan, tegur sapa secukupnya, tiada lebih daripada itu
27. bagi remaja, jadi bila memang cintamu karena Allah, maka engkau sanggup bertemu karena Allah, pula sanggup berpisah karena-Nya
28. bagi remaja, bila engkau belum sanggup menikah, maka cinta harus ditangguh | pacaran? udah putusin aja…


1. remaja, masa dimana bermekaran semua | tidak hanya cita ataupun rasa, tapi juga mulai dihampiri cinta
2. awalnya dekat itu biasa, namun kala remaja berubah jadi getar asmara | segala terasa indah, setiap hari jadi berwarna
3. salahkah cinta sebabkan rasa pada manusia? | tidak pernah sayang, tidak pernah Allah karuniakan selaksa cinta untuk menyiksa
4. Allah turunkan cinta bagi manusia sebagai tanda | bahwa kita bisa berkeluarga, mampu lanjutkan keturunan dalam satu bahtera asa
5. maka tak ada yang salah dengan cinta | masalahnya adalah bagaimana kita menyalurkan cinta dlm bentuk pergaulan, khususnya remaja
6. Islam mengatur agar tak salah jalan | arahkan manusia yg telah memiliki cinta untuk dikukuhkan dalam ikatan pernikahan
7. pernikahan membuat segala bentuk cinta menjadi halal berpahala dan penuh kenikmatan | sebagai hadiah Allah buat insan
8. namun sebelum pernikahan, semua bentuk cinta dihijab larangan | karena Allah tau yg terbaik bagi manusia yg Dia ciptakan
9. lalu bagaimana dengan remaja? | apakah yg harus dilakukan dengan cinta yang belum seharusnya? karena terhalang sekolah dan cita-cita?
10. bagi mereka Islam perintahkan berpuasa | jauhkan diri dari rangsangan fisik semacam memandang, mendekat atau berkhalwat ria
11. Rasul lisankan, “berdua-duaan dengan wanita tanpa disertai oleh mahram si wanita, yg ketiganya adalah setan” (HR Bukhari dan Muslim)
12. dari sini kita dapatkan hukum berpacaran | bahwa ia adalah interaksi yg dilarang dalam Islam secara mutlak
13. tapi anak muda memang selalu biasa cari alasan | lupa bawa pembenaran itu beda tipis dengan kebenaran
14. pacaran itu penambah semangat belajar | “oh, teori, yg terjadi kebanyakan sebaliknya kawan, lagipula bukankah harusnya lillahi ta’ala?”
15. pacaran itu sebuah nada cinta, bukankah Allah Maha Cinta? | “betul, makanya Allah perintahkan nikah, bukan pacaran”
16. pacaran itu penjajakan pra-nikah | “itulah lelaki yg miskin tanggung jawab, ‘penjajakan’ dahulu, bukan komitmen akad nikah dahulu”
17. pacaran supaya tak beli kucing dalam karung | “banyak yg pacaran lama nikah sejenak saja, dan saya tak pacaran alhamdulillah langgeng”
18. pacaran itu bikin hidup lebih hidup | “iyakah? bukankah dominasi penggalau karena berpacaran?”
19. pacaran itu bukan apa-apa kok, kita have some fun aja | “nah akhirnya, inilah perkataan paling jujur tentang pacaran”
20. saya pacaran untuk ajarkan Islam pada pacar | “Islamnya belum tentu sampai, maksiatnya sudah pasti, niat baik harus dikawani cara baik”
21. saya nggak lakukan apapun, tak pegangan tangan, tiada interaksi fisik | “sekalian sempurnakan tak usah pacaran lebih ok”
22. kaum lelaki, coba pikirkan, bila anda benar sayang padanya, tentu tak ingin kulitnya disentuh api neraka dengan maksiat pacaran bukan?
23. kaum lelaki, coba pikirkan, andaikan anda benar sayang padanya, tentu tak akan korbankan masa depannya dengan maksiat pacaran bukan?
24. kaum wanita, coba pikirkan, andaikan telah berani maksiat bahkan sebelum menikah, apa yang menjamin taatnya setelah menikah?
25. kaum wanita, coba pikirkan, tidak inginkah anda menjadi yang pertama bagi suami nantinya? pertama disentuh tangannya, hatinya?
26. bagi remaja, cukuplah interaksi lelaki-wanita saat syariat bolehkan, tegur sapa secukupnya, tiada lebih daripada itu
27. bagi remaja, jadi bila memang cintamu karena Allah, maka engkau sanggup bertemu karena Allah, pula sanggup berpisah karena-Nya
28. bagi remaja, bila engkau belum sanggup menikah, maka cinta harus ditangguh | pacaran? udah putusin aja…


====================

01. #muslimahitu | mendahulukan kecantikan dengan akhlak baik dan merawat kecantikan fisik
02. #muslimahitu | yang diamnya menjadi pesona bagi mukmin dan suaranya sanggup melantakkan pemikiran kufur
03. #muslimahitu | yang menghargai dirinya, dan hanya mempersembahkan dirinya pada satu-satunya manusia yg layak yakni suaminya
04. #muslimahitu | dicemburui bidadari surga dengan menjaga shalat dan puasanya, baik yg wajib pula yg sunnah
05. #muslimahitu | dimuliakan karena ia memuliakan diri, dan dihinakan karena ia yang memulai menghinakan dirinya
06. #muslimahitu | memiliki harga, dan menentukan harganya sendiri, dan mereka akan dibeli oleh yg mampu membayar harganya
07. #muslimahitu | lepas dari anggapan manusia tentang dirinya, anggapan Allah kekasihnya jauh lebih penting baginya
08. #muslimahitu | bukan yg kerap berdiri di cermin, namun ia lebih sibuk mematut diri dalam bayangan para shahabiyah dan istri Nabi saw
09. #muslimahitu | harus tegas pada pria yg belum jadi pasangan hidupnya, bukan berlembut-lembut sehingga diremehkan
10. #muslimahitu | lebih banyak hafalan Al-Qur’annya dibanding hafalan lagu-lagunya
11. #muslimahitu | tidak menggalau dan tidak membuat orang lain galau dengan tingkah polahnya
12. #muslimahitu | karunia terbaik dari Allah buat lelaki, perhiasan dunia terbaik bagi lelaki, tanpanya lelaki tiada lengkap
13. #muslimahitu | lebih banyak dipilih oleh lelaki karena sikap keibuannya, bukan karena bisa selesaikan persamaan matematika
14. #muslimahitu | tak anggap boyband kemayu keren, tapi anehnya menganggap darah syuhada dan tinta ulama itu keren
15. #muslimahitu | lebih banyak tangisannya atas penderitaan umat dibanding tangisannya atas dua sejoli di sinetron korea
16. #muslimahitu | menahan lisannya lebih banyak, dan berdzikir lebih sering, belajar lebih banyak, dan beribadah lebih sering
17. #muslimahitu | penyejuk pandangan karena pakaian mereka yg menutupi badan, penyejuk hati mereka menjaga pandangan
18. #muslimahitu | bahan olok-olokan bagi orang pandir, bahan pembicaraan bagi aktivis lelaki palsu, dan pengingat malu bagi lelaki mukmin
19. #muslimahitu | selalu siapkan diri untuk menjaga keluarganya kelak hindari neraka, dan tunjukkan jalan menuju ke surga
20. #muslimahitu | bahagianya saat dia mampu sabar dalam musibah | dan senangnya saat mampu syukur dalam nikmat
21. #muslimahitu | meneteskan airmata saat bahagia dan sedih semudah ia meneteskan airmata saat takut adzab Allah padanya
22. #muslimahitu | bisa mulia karena parasnya Aisyah, bisa mulia karena bijaknya Khadijah, bisa mulia karena sabarnya Shafiyyah


=====================


Jika lelaki itu menghargai kamu, maka ia tak akan mencuri kehormatanmu dengan mengajak pacaran…
Kecuali, pacaran setelah menjadi halal, yakni menikah 
So, jangan mau dicuri kehormatanmu, apalagi menyerahkannya dengan suka rela…
Jika sudah terlanjur, bertaubat..putuskan sekarang! PISAH atau MENIKAH!




Peradaban semakin menelanjangi wanita


Dijaman ini, atau di peradaban yg dikatakan modern ini, perkembangan pemikiran-pemikiran modern semakin memasuki hati-hati kita, hingga banya merubah cara hidup sekeliling kita, termasuk cara berpakaian wanita dan laki2.
Seperti pakaian remaja sekarang semakin ketat, bahkan serba ketat, ada yg wanita pakai celana sepaha, ada wanita yg baju hampir setengah badan, dan mereka katakan MODERN, fhashion, anak jaman, dll.. Dan laki2 juga tidak kalah ketat, seperti celana ketat, dan celana sepaha, padahal kita semua tahu bahwa paha laki2 adalah aurat.
Terima atau tidak terima, perkembangan jaman ini yg dikatakan modern semakin menelanjangi wanita, dari kampung sampai perkotaan sudah banyak menelanjangi wanita, kita lihat wanita yg banyak berpakaian ketat layaknya orang telanjang, ada yg memakai jilbab tapi layaknya orang telanjang karena pakaian serba sempit, dan mereka berkata fashion, modern, jaman ini, ada bermacam-macam alasan mereka, entah itu apa, yg jelas intinya biar tidak kampungan, maka norma agama dibuangnya ke tempat sampah. Orang memakai jilbab besar atau yg pakai cadar dan berpakaian serba longgar dikatakan aliran sesat, sedang berpakaian layaknya orang telanjang dikatakan aliran tidak sesat. Jaman sudah terbalik, dimana yg bathil jadi mulia dan yg mulia jadi bathil, inilah realita sekarang, yg benar jadi aneh, dan yg membuang ajaran islam ketempat sampah jadi benar. Karena apa? Karena tidak mau belajar agama, yg dimau hanya belajar untuk hidup serba wahhh..dan melupakan adanya akherat, dan mengesampingkan ajaran agama.
Pacaran dianggap biasa, zina dianggap biasa, dan orang tidak zina dikatakan aneh, orang tidak apacaran karena takut mendekati zina dikatakan aneh dan kampungan.
Kita semua mau selamat dunia akherat, tapi apakah kita menempuh jalan untuk selamat dunia akherat, atau sekedar hanya keinginan tanpa adanya usaha?
Anda lihat, kakak wanita anda, anak wanita anda, adik wanita anda, sepupu wanita anda, teman wanita anda, sedang ditelanjangi oleh peradaban, mereka sedang ditelanjangi oleh fashion, mereka sedang ditelanjangi oleh modern, tidakkkah anda kasihan pada mereka? Kalau iya maka ingatkanlah, masehatilah, tanpa rasa lelah dan jangan kenal menyerah, karena tugas kita adalah saling mengingatkan dalam kebaikan.
Jangan sampai anak, kakak, adik dan keluarga anda jadi korban keganasan jaman yg semakin hari semakin menjauhkan agama dari kehidupan anak-anak dan remaja muslim.
Kemuliaan dan kebahagiaan hidup itu hanya ada dalam ketaatan kepada Allah.
Kebenaran hanya milik Allah.

kumpulan nasehat ramadhan

Sahabat yang baik adalah yang tulus mendoakan dan mengingatkanmu pada Allah.
Yang mengenal dirimu dan senantiasa menjaga ukhuwah, memberi ketenangan saat bersamanya, ada inspirasi amal shaleh saat melihatnya,
Dalam diamnya dia mendoakan, dalam senyumnya dia menenangkan, dalam nasihatnya dia bangkitkan semangat mencintai kebaikan…
Yaa Ilahi…
Jika dosa-dosa ini sangat besar karena melanggar laranganMU
Maka ia akan mengecil karena pemaafan dari MU…
Wahai Rabb, tunjukkanlah pada pandangan yang kebingungan ini kepada cahaya-Mu.
Bimbinglah sesatnya perjalanan ini ke arah jalan-Mu yang lurus.
Dan tuntunlah orang-orang yang menyimpang dari jalan-Mu,
merapat kepada hidayah-Mu.
Yaa Allah, sirnakan keraguan terhadap fajar yang pasti datang dan memancar terang,
Dan hancurkan perasaan yang jahat dengan secerah sinar kebenaran.
Hempaskan semua tipu daya setan dengan bantuan bala tentara-Mu.
Yaa Allah, sirnakan dari kami rasa sedih dan duka,
Dan usirlah kegundahan dari jiwa kami semua.
Yaa Rabbi Rahmatilah kami semuanya
Jadikanlah kami orang-orang yang mendapatkan ampunanMu
Dan muliakanlah kami dengan ketaqwaaan …
Ya Allah…Ya Rabbi pindahkanlah kami dari hinanya kemaksiatan
Kepada kemuliaan Taat….
Aamiin Ya Rabbal alamiin…

jika engkau terlanjur terjatuh pada dosa, janganlah hal itu membuatmu putus asa untuk bisa beristiqamah bersama Tuhanmu , sebab bisa jadi itulah dosa terakhir yang ditetapkan atasmu
***
Dihadapan Yang Maha Kuasa , dosa tidak boleh membuatmu putus asa. Boleh jadi dosa dan kesalahan yang membuatmu merasa tertampar adalah jalan yang akan membuatmu makin tersadar.
Perasaan hina dan rendah dirimu dihadapan NYA mesti diiringi dengan penyesalan dan perbaikan. Bukan malah membuatmu menjauh dari NYA. Merasa tidak pantas hanyalah bisikan lembut nafsumu yang masih ingin terus bebas.
Dengan membuatmu jauh dari istiqamah , dia berharap engkau makin lemah. Bukankah kita tidak pernah tahu mana kebaikan dan keburukan kita yang terakhir?
Jadi cermatlah berpikir, berlarilah kepada-NYA , dan teruslah berzikir! Engkau layak meraih prestasi menjadi hamba-NYA yang kembali disaat-saat terakhir. Jangan banyak buat alasan untuk menutupi kemalasan !
(- Al-Hikam)